TRIMA KASIH PROFESI KEDOKTERAN
Melihat seseorang berjas putih menyandang statekop berjalan di lorong Rumah Sakit pastilah orang akan menyangkanya dia seorang dokter. Kasian dia ya pikirnya , banting tulang dulu baru dapat duit, tak akan mungkin sesorang tanpa disentuh sang dokter atau hanya mengenal namanya saja ada yang mengantar, menaroh uang dilaci mejanya. Itu dilakoni sejak dia disebut “dokter” sampai akhir hayatnya. Namun dibalik mengais dulu baru dapat uang itu tersimpan suatu hasil pekerjaan mulia, inipun dirasakan oleh setiap orang yang berhubungan dengan sang dokter, maklum rasa sakit yang dideritanya bisa hilang atau sembuh setelah diupayakan sang dokter dengan keahlian yang dia punyai, Kadang kala sang penderita tidak tau lagi untuk berbuat apa untuk sembuh dari penyakitnya, ditangan dokter yang tepat, peralatan yang tepat dan suster yang tepat sang penyakit tersingkir dari tubuhnya. Selamanya demikan, tentu tidak ada kalanya juga sang dokter gagal total, aku alami sendiri, sewaktu opersi mata katarak sebelah kanan, sehabis operasi aku senang2 saja dengan pola pikir diatas, namun sewaktu aku kontrol sang perawat bilang mata bapak tidak dipasangin lensa ada kelainan anatomi katanya.Mula2 memang ada kegoncangan dalam jiwa ku, namun setelah aku menyerah diri pada ALLAH yang kuasa sampai saat ini aku dapat melihat dengan sebelah mata, Kedua cerita diatas aku alami bersama istri keberhasilan dan kegagalan sang dokter. Bagai mana dengan uang atau bayarannya. Kita tidak bisa memberi imbalan pada dokter itu tanpa kita memperoleh layanannya terlebih dahulu, namun apa biaya ini cukup atau memadai, disinlah letaknya, Aku merasakan sangat tidak mungkin atau tidak pantas membicarakan nilai bayaran terhadap tugas seorang dokter pada pasiennya, sangat tidak masuk akal rasanya, disetiap Mesjid waktu chatip chotbah selau dimulai terima kasih pada Allah yang telah memberi nakmat …. dan sehat. Bayangkanlah bila sehat itu sudah kita peroleh sepulang dari rumah sakit, hanya satu kata yang muncul “TERIMA KASIH DOKTER’ Wassalam