Cikalo


Asyik juga membaca artikel2 yang ada di internet ini mengenai nagari/urang awak(istilah sebenarnya sebelum urang Minagkabau)menurut ambo setidaknya sudah tiga kali urang awak ini dizolimi,pertama semasa majapahit adu kerbo, katanya menang maka urang awak diberi nama “MinangKabau” dan urang awak bangga itu,termasuk ambo, kedua sewaktu Padri(ulama) memerangi Adat jahiliyah, disitu disebut juga soalĀ ”matriakhat”, urang Minagkabau minta bantuan Belanda untuk memrangi Padri, urang awak tadi, walapun akhir bersatu sama2 memerangi Belanda, namun Tengku Imam ImamBonjol tertangkap dibuang akhirnya di Menando., ketiga sewaktu PRRI, banyak identitas urang awak itu tergerus dengan memberi nama anak atau keturunan dengan nama ujungnya “O”, dan kawin dengan orang luar Minangkabau, ini berjalan sampai sekarang, namun cilakanya di Nagari urang Minangkabau itu sendiri hidup kembali tradisi jahiliyah itu. Yang Ambo pernah saksikan di TV sewaktu pembangunan Istana Pagaruyung, dengan terlebih dahullu menanam “kepela Kerbau”, mengoles kayu yang ditebang itu dengan darah kerbau, walaupun juga ada bacaan doa Islamanya. Bagai mana Groub ini berkiprah selanjutnya, namun ambo yakin Islam akan hidup selamanya dinagari Awakko, Al Qur’an dan Hadis Rasulullah saw akan berkembang secara kaaffah di Negriku tercinta ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.