a.Politik
Saat ini sedang asyiknya menunggu perkembangan dariKpengurusan Partai Demokrat.Lenapa asyik karena pendiri PD ini adalah Presiden Ri yang sekarang berkuasa dan beliau dipemilhan yang akan datang sudah cukup.Sedangkan yang berpeluang dicalonkan untuk Presiden itu adalah Ketua Partai. Kita Tunggu.
b.Sosial
Banyak sekali kekarasan terjadi,baik disengaja atau kelalaian manusia atau bencana Alam. Yang menghawatirkan penggunanaaak narkoba seolah-olah tak terbendung, baik pasokan dari luar Negri maupun yang berada dari dalam negri
c.Budaya, nampaknya adem ayem, walaupun nuansa tourisme sudah cukup gencar, namun napaknya hanya kembali pada hal2 yang sudah ada saja. Memang bencaba alam sering terjadi, dan kadang kala terasa memaksa rakyat bertahan pada hal2 yang ada saja
d.Ekonomi, ada kenaikan pertumbuhannya, memang ini terasa, terutama bagi yang sudah naik, bagi yang dibawah2 ya masih menunggu. Yang rame pengangguran, kemiskinan masih menjadi buah bibir yang pait.Namun ketahanan ekonomi ini sering terujidengan banyaknya bencana alam dan alhamdulillah kelihatannya dapat dihandalkan.Dunia pasar sejak darei Pasar inpres sampai supermarket belum kedengan yang bankrut mereka masih berjaya.|
e.Kehidupan Beragama, ini yang nampak menonjol kenaikannya, terahor agama Hindu/Budha ber kon si Fa coi , cukup meriah dan berlansung aman.
MATRIACHAT, ADAT DAN ISLAM DI NAGARI URANG AWAK.
Pendahuluan
Tulisan ini sekedar untuk kenang2an pemikiran dari saya sebagai anak Minang yang hidup dirantau namun tak lepas dari keterikatan saya pada nagari kelahiran.
Sutu yang menyebabkannya saya menulis karena pengalaman kontektual empiric bahwa di Nagari Awak sisti, kekerabatannya adalah mariachat, yaitu garis ketutunannya ditarik dari garis keturunan Ibu. Ini terasa unik karena hanya di nagari Awak saja berlakunya matrinial ini. Ada memamng di Negara lain namun tidak seberapa
MATRIACHAT.
Di Wikipedia internet ada suatu artikel dalam bahasa Jerman, namun dengan mudah bisa diterjemahkan Google, bisa dibaca dan akan dapat pengetahuan tentang Matriachat ini. Pertama Matrianhat itu diterjemahakannya sebagai “Organisasi masyarakat yg matriarchal”, dengan penjelsannya sbb,” Matriarkal mengacu pada jenis masyarakat yang terorganisir di mana semua hubungan sosial dan hukum mengenai asal dari garis ibu, ide-ide keagamaan dari nenek moyang perempuan atau dewi primal dilacak dan perempuan menempati peran sentral dalam masyarakat dan agama. Sedangkan matriachat itu bermakna tatanan sosial (aturan) pada wanita atau ibu juga memegang kekuasaan politik yang eksklusif, disebut Martiarchat
Kesimpulannya matriachat ini memang meberikan kekusaan pada perempuan dan garis keturunannya di tarik dari Ibu. Kemudian Matriachat tidak mennujukan ethnic tertentu namun bisa saja terjadi pada etnik tertentu pula sebab batasannya “Organisasi Masyarakat”.
Tidak secara jelas artikel itu menjelakan Matriachat ini dianut di Negara mana dan suku bangsa mana, namun dari Bahasa terbitan Jerman dapat diduga ada terdapat di Jerman atau Eropa.
Yang menarik soal agamanya, dimana kaum matriachat ini menganut pemunjaan pada Dewi Agung. Namun di Eropa khabarnya kaum ini sudah tidak ada mereka bermutasi ke Kristen atau Islam. Akan dibeberapa Negara masih ada tidak dijelaskan pula apakah imiran atau indegenues. Yang menarik lagi dari artikel itu adalah dikatakannya Minagkabau di Sumtra Batat yang menganganut matriachat ini sampai sekarang bahkan satu2nya di dunia ini.Sehingga menurut perkiraan saya tokoh Bundo Kanduang mungkin saja diciptakan kaum matriachat ini untuk pengganti Dewi Agungnya, namun saya tidak tau tau apakah Urang Awak pernah mengangap Bundo Kandung sebagai Dewi Agung.
ADAT ISTIADAT DI NAGARI AWAK
Adat urang Awak yang bermula tersirat pada alam,yaitu alam takambang jadi guru dan sekarang sudah menjadi yang bersendikan Al Quran Nulkarim, Adat Bersendi Syarak, syarak bersendi Kitabullah.Sebanarnya Adat urang Awak itu sudah sejak urang Awak itu ada, katakanlah sejak diseut sebagai Minangkabwa oleh EmpuTentular di puisinya tahun 1635.
Jadi jauh ebekumnya di Minang Kabau semasa itu sudah ada Kerajaan Pagaruyung yang beragama Hindu pengaruh dari Majapahit. Sedangkan Matriachat itu berkembangnya di Eropa atau setidaknya di Jerman baru abat ke 20 an.
Ada ber bagai Adat yang belaku di Nagari Awak:
a. ADAT NAN SABANA ADAT
b. ADAT NAN DIADATKAN
c. ADAT NAN TERADAT
d. ADAT ISTIADAT
Dengan demikian sukar untuk mengatakan Matriachat itu adalah Adat asli Urang Minangkabau. Namun kenyataannya sekarang seolah-olah sudah diterima sebagai suatu Adat di Minabgkabau.
ISLAM.
Islam Adalah agama yang mengimanai monoyheisme, satu Tuhan taitu ALLAH subhanuwatalla. Kata Islam yang bahasa Arab di Indonesiakan adalah “penyenrahan”diri terhadap Allah dan orang Islam di sebut Muslim yang beramakna pula adalah orang yang tunduk hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allahhurabi.
Islam mempunyai lima rukun Islam yaitu;
1Syahadat, yaitu mengucapkan “ Lailahahillallah, Muhmmad rasulullah”,Aku bersakasi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah”
2.Mengerjakan sholat wajib lima waktu
3.Berpuasa wajib bulan Ramashan
4.Menunaikan Zakat
5.Meneunaikan Ibadah Haji bagi mereka tang mampu
Islam mempunyai enam rukun Iman yaitu:
1.Percaya kepada ALLAH
2.Percaya pada Malaikat
3.Percaya pada Kitab2 Allah yaikni Al Qur’an, Injil dan zabur
4.Percaya kepada Nabi dan Rasulnya ALLAH
5.Percaya pada hari ahir dan kiamat
6.Percaya pada Taqdir dan Qadar
Ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dalam ajaran Islam yaitu ALLAH, AL Qur’an dan Rasulullah Muhammad s.a.w.
Konsep tauhid yaitu percaya pada ke esaan Tuhan tertuang dalam surah Al Ichlas yang terjemahannya”
1.Katakanlan dialah Allah yang Mang Maha Esa
2.Allah, yang segalal sesuatu tergantung padaNya
3.Dia tidak beranaka dan tidak diberanakan
4.Dan tidak sesuatupun yang setara dengan Nya.
Al Qura’n adalah kitab suci umat Islam yang diwahyukan Allah ke pada Rasulullah Mohammad s.a.w melalui malaikat Jibril.
Rasulullah Muhammad s.a.w adalah nabi terahir sebagai utusan Allah.
Dalama pandangan Islam Muhammad adalah manusia boasa, namun setiap perkataan, perbutan dan ketetapan maupun persetujuan Muhamammad disebutkan Hadis. Hadis Rasululllah muhammada s.a.w merupakan sumber Hukum ke dua setelah Al Qur;an.
PENUTUP
Sebenarnya apabila sudah memilih Islam sebagai agama, maka tidak ada lagi yang harus dikuti selain Al Qura’n dan Hadis Navi Muhammad s.a,w.
Namun adat istiadad adalah kebiasaan yang ada disetiap kehidupan manusia yang hidup secara berkomunitas, sehingga wajib meninggalkan apabila dari Adat Itu ada yang bertentangan, tidak sesuai, tumpang tindih dan sebagainya dengan syariat Islam.
Di Nagri awak matriachat bukan lah asli dari komunitas urang Awak yang ada sejak dahulu kalanya. Urang Awak sudah ada dalam bentuk Kerajaan yaitu kerajaan Pagaruyung, sehingga apabila hendak meletakan kan asal-usul urang Awak seharusnya dari Kerajaan Pagaruyung itu, bukan dari Mianangkabau. Kata Minangkwa pertama kali di sampaikan oleh Empu Prapanca tahun 1365 dalam Majapahiycourt, sedangkan Pagaruyung sudah ada jauh sebelum itu.
EVALUASI LURUS N6; yang posting di group pelurusan adat minang berdasarkan ABS-SABK
Bunyi Lurus n6.: Termakan harta anak yatim, bagi perempuan kalau ada saudara laki2nya dan kemudian kakak/adik laki2nya meninggal dunia, maka keturunanya menjadi yatim sedangkan harta warisan yang menurut Al Qur’an menjadi hak, tidak diterimanya, tetap saja menjadi haknya Ibu peremuan itu, ini juga luruskan.
Ini sebenarnya lebih kepada pengalaman pribadi, sehingga, maaf, kalimat waktu postingnya amburadul, pengaruh emosional seketika.
Tapi benar kadaiannya Ibu Mertua saya, bahkan Iyak atau Amak dari martua saya itu yang istri lateh yang keberapa tidak tau saya punya HPT itu banyak sekali, ada parak karambia, parak gadang, sawah bapetak-petak, toko dipasar dsbnya. Iyak meninggal turun kemertua, dan mertua inilah yang banyak saudara laki2nya. Ada yang berhasil, kaya2 lagi tapi tidak kalahnya adan yang kurang beruntung, Dan yang kurang beruntung ini lebih cepat dipanggil Allahurabi. Nah disini saya sering kasiahannya, karena anaknya kecil2 disamping ada yang sudah besar, mereka semua berkeluarga baik2 sajabahkan sangat baik, tiap hari tertentu semua kumpul keturunan Iyak itu , saling curhat. Mereka anak2 yatim menurut saya, dan larinya ke Uninya yaitu istri saya, karena yang tertua. Sya haru bebuap sak bisanya, dari pada indak agiah makan induakl bareh, tapi tetap dalam hati saya kenapa mereka tidak berhak atas “Harta Pusaka Tinggi”, pada hal mereka jelas2 keturunannya dan diakui juga keturunannya. Makanya respon saya pertama tidak ada Istilah Harta Pusaka Tinggi di Al Qur’an. Yang ada hanya Harta warisan darimana tinginya seberapa ringginya apa dating dari langit kata saya saking emosionalnya. Namun dari diskusi yang panas juga sebab ini sensitife masalah harta, namyak juga yang mengatakan Haram merujuk dari pendapay ulama sebelumnya, dan ada yang mengatakan harus diberlakaukan hokum syariah, nyatanya sampai tulisan ini selelsai masih hanya ditingkat diskusi, bahasa urang awaknya bakaruak arang.
EVALUASI; LURUS N7, yang posting di group pelurusan adat minang berdasarkan abs-sbk.
BUNYI LURUS N7: Apakah dibolehkan/dibenarkan memberi nama Hewan/binatang pada manusia yang paling mulia ciptaan Allah pada manusia yang hidup di Sumatra Tengah Bagian Barat dengan kerbau menjadi Minagkabau, Luruskan.
Pertama kali sama juga dengan Lurus-Lurus yang lainnya seperti halilintar siang bolong, kok ada orang yang menulis se-olah MinangKabau itu adalah Kabau, hewan dan apa buruknya pakai nama Minagkabau, toh selama ini asyoi2 saja. Namun makin sering di sebut makin terasa kabaunya, maka banyak mendiskusikan dari mana datangnya Minangkabau itu. Ada yang membawa –bawa ke segi Islam dengan mengemukakan Bahasa Arabnya yang mirip2 dengan kata Kabau, tapi ada pula yang mematahkan bahwa Minang Kabau itu sudah dan berkembang sebelum Islam masuk ke Tanah Sumatra Barat itu. FACEBOOKERS mencari dari Tambo, hikayat dan secajarah, termasuk penulis yang meng klic, Mikipedea, ternyata ada artikel “Minagkabau People”, dalam uraiannya disebutkan Minangkabau terdiri dari dua suku kata “Menang”(Victorious) dan “kerbau”(Buffalo).Dengan kejadiaan sangketa perbatasan antara MinangKabau dan neighbouring Prince, tapi tidak mau diselesaikan dengan peperangan, maka ditempuh adu kabau itu, cerita ini sudah sangat diketahui urang Awak.Urang Awak menang. Penulis berseloroh atau bercanda:” jangan2 gara neighbouring Prince itu kalah maka dibilang “aaa ambiak banalah di ang Minangkabau itu” dan sekalian dibilang juga barangkali “sekalian saja keturunan kamu dari Ibu”, karena menurut lagenda yang ditulis Wikipedea itu dia adalah “Prince”(Ratu), sehingga terus lah sampai sekarang urang Awak di panggil Minangkabau dan sistim kesukuannya menurrut garis keturunan Ibu(Matriachat), sekali lagi ini hanya renungan penulis, tidak ada bukti2 ilimiah, tambo, sejarah atau pendudung lainnya, belive it or not, please. Diskusi mengnenai ini masih pajang belum ada tanda2 mereda, namun sudah banyak yang kalau menulis Minangkabau cukup sampai di Minang saja. Menurut penulis, untuk apa bercutat melihat kebelakang, apa tidak lebih baik menoleh kedepan, mau nggak bergaul secara setara dengan masyarakat lain tanpa melibatkan nama Karbau dan sebagainya serta mengikuti apa yang ada didunia pada umunya garis keturunan dari Bapak(patriachat).
Namun kalau hendak memilih “hanya satu2 didunia” boleh2 saja, sepanjang dibenarkan oleh Syriah Islam, Al Qur’an dan Hadis Rasulullah s.a.w.
EVALUASI LURUS N3; YANG POSTING di group pelurusan adat minang berdasarkan ABS-SBK.
Bunyi LURUS N3: Al Qura’an menyatakan harta warisan dibagi antara anak laki2 dan perempuan, Adat hanya diberikan pada anak perempuan, ini juga termasuk yang harus diluruskan.
Posting ini juga laksana Halilintar disiang hari bolong, cercaan juga datang pada penulis bahkan ada yang sudah pasang kuda2, langkah ampek barangkali, maklum ini masalah sensitif, “harta.”.
Namun diskusi berlanjut, muncul istilah HPT dan HPR, hartapusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Semula HPT itu adalah warisan namun setalah mendapat masukan dari para facebookers HPT itu bukan pakurehan Apak jok Amak, akan tetapi hasil panurokaan orang2 sebelumnya yang atomatis diturunkannya ke urang padusi,yaitu istrinya. Ada yang menjelaskan perlunya harta itu dulunya diturunkan ke padusi itu karena urang padusi lemah indak akan bisa manuruko seperti urang laki2 jadi untuk jaminan anak keturunannya. Pikiran itu tidak bisa diterima bagi penegak Syariah Islam, karena Al Qur’an jelas menyebutkan warisan dibagi anatara anaklaki2 dan perempuan, dan harus menurut hukum Islam. Lagi Jahiliyah menjadi tuduhan itu adalah Adat jahiliyah artinya tidak berdasarkan Syariat Islam.Topik ini betul2 panas, berbusa busa tu mulut, ada yang ketakutan HPTnya hilang atau kali diambil kembali atau bagamana. Setalah dijelaskan bahwa diskusi ini mencari/memberikan legalitas syariah terhadap HPT Ibu/Mande ayau bundo kandung, tidak akan hilang satu sentimeter juga. Yang seru lagi ada yang mengatakan HPT itu haram namun ada juga yang mengatakan halal. Kalau haram maka haru di carikan legalitas halalnya seperti apakah status syarikat atau hibah dan sebagainya pokoknya dibenarkan oleh Syariah Islam. Namun ada juga yang berpendapat HPT tidak diturunkan ke perempuan tapi laki2 yaitu Mamak dari sang perempuan dan sang Mamak inilah yang mengatru selanjutnya, namun posting demikian tidak berlanjut, hilang begitu saja. Copy-patste ayat AlQur’an dan Hadis banyak dipotingkan namun tudingan bahwa Adat yang menganutkan HPT itu jahiliyah makin keras aja.
EVALUASI LURUS N2 YANG POSTING DI pelurusan adat minang berdasarkan abs-sbk
Bunyi LURUS N2: Al Qur’an menganut patrilineal sedangkan Adat menganut matrineal; Luruskan.
Posting itu seolah membangunkan benar2 orangAwak sebab sudah puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun tidak ada yang menyadari bahwa Adat yang menganut matrineal itu tidak sesuai dengan Al Qur’an yang menganut patrineal. Ada semula yang hawatir sekali bahwa selama ini yang sudah dikatakan sangat Islami ternyata ada pratrek social yang bertentangan dengan syariah Islam yaitu Al Qur’an, spontan ia mengatakan kalau itu benar maka urang Awak akan bahondoh-pondoh masuk neraka walaupun ini diakatakan dalam bentuk becanda, barangkali, sebab soal neraka dan surga itu hanya ketentuan dari ALLAH azawajala.Terkaget-kaget berlanjut siapa yang posting ini, dihujat juga tapi keinginan tau lebih jauh berlanjut, kok maun menjelek2kan sukunya sendiri komentar yang ada.Namun diskusi belankut, sengait, mulai mencari dari mana budaya matrineal ini datangnya, diperiksa kerajaan yang masuk Majapahit, Sriwijaya, tidak diketemukan mengajarkan budaya matrienal ini, demikian juga dari luar belum diketemukan penjajah mana yang memasukan natrineal ini, Maka tuduhan datang pada Jahiliyah, adat jahiliyah lah itu. Adat Jahiliyah bermakna masuknya ke Nagari Awak tentulah sebelum Islam masuk , atau bisa saja masuknya bersamaan tapi rasanya tidak mungkin belakangan dari Islam, sebab Urang Awak semuannya sudah menganut Islam logikanya Bidayanya adalah Budaya Islam atau Adat yang berdasarkan Syariat Islam.
Diskusi ini namapaknya basih berlansung dan keras tuduhan terhadap Jahiliyah makin kuat bahkan menumjuk Yahudi adalah pokok pangkal persoalanya. Sehingga tidak jarang dikatakan budaya materineal ini adalah adat Jahiliyang dibawa Jahudi, walupun bukti keterlibatan Yahudi ini belum ada.
EVALUASI LURUS N1 SAMPAI LURUS N8 YANG POSTING DI GROUP Pelurusan Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabulah(ABS-SBK).
Pengantar: Enaluasi ini penulis lakukan untuk mengetahui seberap jauh dan seberapa pengertian Urang Awak terhadapa masukan terhadap group yang ada yabg oleh Adminnya disebut dengan Bijo nan 10 Secara umum posting itu membuat sebagian besar pembaca terkesima, sebab sudah puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun tidak ada yang ngah terhadap itu kok tiba2 muncul tulisan demikian, dimulai dari anntene yang rendah sampai istilah bakarua arang keluar, dan tidak sedikit yang mengatai-ngatai kalau tidak boleh dikatakan mengancam dan sebagainya.
L LURUS N1, berbunyi:Adat bersendi syaraq, syaraq bersendikan Kitabulah(ABS-SBK), Luruskan saja menjadi Adat bersendikan Kitabulah. Dalam tanggapan dan diskusi yang ada tidak ada yang membantah bahwa Adat Minang itu bersendikan Kitabullah, bahkan ada lebih ada yang lebih mempertegas agar berbunyi “Adat bersendikan Al Qur’an dan hadis rasulullah.s.a.w.Sebenarnya dalam artikel diketemukan dalam bahasa asingnya “Tradition founded upon Islamic Law, Islamic law founded upon Al Qur’an”.Namun dalam perjalannannya diskusi ini masih sengit, malah waktu tulisan ini penulis susun masih ada group yang mempertanyakan “Benarkah Adat Minang bersendikan Syaraq”?. Namun untuk N1 ini penulis yakin nantinya Adat Minang ini akan benar2 bersendikan Syaraq, karena dalam praktek ini sudah terjadi. Diskusi lebih terkosentrasi pada apa dan bagaimana yang disebuit Adat Minang itu.Yang menarik ada berpendapat Adat, bahwa Adat Minang itu adalah adat Jahiyah, dan pula yang mengatakan tidak perlu Adat bersenikan syarak, sebab Adat punya sangsi sendiri dan Syaraq punya sangsinya sendiri. Demikian juga ada yang berpendapat Adat dan Syaraq disatukan saling melengkapi yang pada achirnya menelorkan “Datuk, Kiyai dan Haji” ada dalam satu tangan, sehingga Dt.Ki.H……….. menjadi chati jumaat hari ini, yang oleh sebagian orang disebukan sebagai three in one.
Chudri Burhanudin
MENYATUKAN ADAT MINANG DENGAN SYARIAT ISLAM
Menururt saya kita lebih berkosentrasi untuk “MENYATUKAN ADAT MINANG DAN SYARIAT ISLAM’. Ini jalan yang termudah dan sesuai dengan keadaan Masyarakat kita yang menganut dan menghargai baik Adatnya maupun Islam yang telah jadi Agamanya.Pastilah mereka tidak rela bila dihilang salah satunya atau bila diantara Adat dan Syariak tidak bersinggungan. Bila itu sudah terwujut, tidak perlu lagi kita bernyanyi ABS-SBK, yang tidak membawa makna apa2 dalam kehidupan masyarakat kita.Tentu perlu disisir mana 2yang tidak bisa satukan atau saling bertentanangan atau dicarikan jalan kompreminya, namun kalau bertentangan dengan Syariah tentu kita tidak dapat lagi minta pengucualian pada ALLAH subhanahuwatalla. Jadi kita cukup berkata “Adat Minang”, didalamnya sudah termasuk Syariat bersendi Kitabullah atau berkata “Syariah Islam” didalamnya sudah terdapat Adat Minang
Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 25 menit yang lalu
Sangat saya aprisiasi dua thread Helmidjas diatas, namun saya tetap onward looking, berpandangan ke depan disamping saya sudah hidup dirantau,saya banyak mengunjungi Negara Luar, sejak dari Kanada, Amerika, Korea, Jepang, Malaysia, Serawak. Singapur , Australia, New Zeland dan tentu Arab Saudi, ada yang untuk sekolah, ada yang untuk seminar dan tak kurang untuk study banding, dan terahir untuk penyempurnaan rukun Islam saya. Kita harus beruasaha dan hampir seluruh dunia saat ini onward looking dan Islam salah satu pemicunya. Islam ternyata kehidupan yang modren penuh dengan kesempurnaan. Diagung2kan IPTEK ternyata dalam Al Quran kecil, sangat banyak masalah dunia apalagi dunia akherat yang tidak terjawab oleh Iptek.Kesimpulannya saya, maka saya ngotot agar Daerah saya, asal nenek moyang saya, yang dinamakan orang “Minangkabau” harus berdasarkan, kepada Al Qur’an dan Hadis Rasulullah saw yang sejak dahulu sudah di gagas dengan ABS-SBKnya.Tunggu seri berikutnya.
2 menit yang lalu · Suka
Chudri Burhanudin
KEBENARAN ISLAM MULAI TERKUAK
Dulu ada yang bilang, Amerika mengerti Islam dari kontektualnya saja yang sering dikeketengahkan seperti teroris, kemiskinan dan keterbelakangan, namun setelah dia mempelakari tektualnya maka sekarang orang Amerika berbondong-bondong masuk Islam. Islam memang mengajarkan dan bahkan memberikan Rahmatan lilalamin dunia akherat, kata chatib juma’atan.Hal ini sebenarnya terjadi juga di Eropa walau perkembangan tidak selaju di Amerika. Di Negara bekas Uni Soviet juga terjadi perkambangan Islam yang pesat, apalagi di beberapa Negara bekas Uni Soviet iut memang berpenduduk mayoritas Islam. Di Timur Tengah dan Afrika terjadi fenomena lain, kebangkitan umat Islam, justru terjadi di Negara Islam ini. Kebangkitannya itu mulai menyadari hak2nya sebagai umat manusia ciptaan Allah, Penguasa yang sudah terlalu lama berkuasa mereka gulingkan, digantikan dengan sistim pemerintahan yang lebih berpihak pada Ralyat.Di asia kelihatanya agak serat, ini mungkin karena di Asia umumnya masih dominannya tradisi setempat ketimbang agamanya sendiri.Apa yang mendorong hal2 ini terjadi, Ya sudah barang tentu Belive in God sudah meresap dalam kehidupannya masing2, kedua faktor ekonomi dan nampak sangat dominan adalah Ilmu dan teknologi lebih khusus ilmu informasi dan komunikasi, Sekarang setiap saat setiap manusia dapat mengetahui apa yang terjadi di dibelahan bumi lainnya.